Murad Ismail Minta Pelajar Maluku Lawan kejahatan Radikal Terorisme

Tak Berkategori
Puluhan pelajar SMA/SMK/MA dalam diskusi Film pendek oleh BNPT di Audiotorium Hotel Biz kota Ambon.***

KABARTERKINI.NEWS- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Maluku membuka forum diskusi bertajuk Satu Indonesia di Audiotorium Biz Hotel kota Ambon, Kamis (25/04).

Forum diskusi dalam rangka mengumumkan juara lomba video pendek tersebut diikuti 90 pelajar SMA/SMK/MA yang tergabung dalam 24 grup sineas tingkat pelajar untuk BNPT.

Hadir dalam agenda tersebut, Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) H. Murad Ismail yang diwakili oleh Plt Asisten II Setda Provinsi Maluku, Dra. Ima Soamole, Kasubdit Pemulihan Korban BNPT, Kolonel Czi, Roedy Widodo yang dipercayakan untuk membuka acara.

Turut hadir, perwakilan jajaran Kodam 16 Pattimura, Perwakilan Jajaran Polda Maluku serta perwakilan kantor kementerian agama provinsi Maluku.

Gubernur Maluku, dalam sambutan yang dibacakan, memberi apresiasi kepada BNPT dan FKPT dalam giat bernilai edukasi kepada generasi muda Maluku.

“Atas nama pemerintah daerah provinsi Maluku, saya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan diskusi ini, dalam rangka memberikan edukasi bagi kita semua khusus bagi generasi muda daerah ini,” ungkapnya.

Dijelaskan, Terorisme merupakan kejahatan yang luar biasa (Extraordinary), karena berdampak sangat fatal dalam tatanan kehidupan masarakat, bangsa dan negara maupun swasta serta menimbulkan trauma dan ketakutan yang diraakan oleh segenap lapisan masyarakat.

Dalam sambutan yang dibacakan itu, Gubernur mengakui, aksi kelompok terorisme terus mengalami banyak perubahan, baik menyangkut modus, bentuk ancaman, jaringan maupun sasaran dan target aksi teror, hal yang sangat jelas dan patut dikhawatirkan adalah pergeseran paradigma dari sasaran ke arah fisik kepada pola pikir masyarakat melalui pemahaman idiologi.

Dikatakan, pergeseran paradigma ini, dapat dilihat dari banyaknya kontra narasi yang bernuansa kebencian, penghasutan, permusuhan dan ajakan kekerasan yang dilontarkan oleh kelompok radikal teroris yang menyebar pada perubahan pola pikir dan cara pandang masyrakat. Pergeseran paradigma dengan memanfaatkan teknologi khususnya media internet sebagi media propaganda, rekrutmen dan kepentingan aksi teror lainnya perlu menjadi perhatian kita untuk terus diwaspadai.

“Sehubungan dengan perubahan paradigma kelompok teroris tersebut, sehingga perlunya sebuah presepsi kita bersama. Upaya pencegahan bukan merupakan tugas pemerintah saja, melainkan juga merupakan tugas dan tanggungjawab kita bersama sebagai anak bangsa. Terlebih khusus kepada pelajar SMA dan sederajat sebagai sarana pemberi edukasi dan informasi yang baik kepada segenap lapisan masyarakat,” papar mantan Kakor Brimbobda Maluku itu.

Diakui, pemerintah daerah Maluku sangat mengharpkan pelajar berperan aktif dalam melakukan upaya pencegahan radikalsime dan terorisme melalui karya-karya terbaiknya yang penuh kearifan dan nilai-nilai kemanusiaan yang merindukan kedamaian.

“Pelibatan pelajar SMA/SMK dan MA merupakan langkah strtegis BNPT dalam mensosialisasikan bahaya terorisme” tegasnya.

Dikatakan strategis karena generasi tersebut sebagai bagian dari genrasi atau tunas bangsa yang sementara tumbuh dan berkembang di era millenial yang sangat tinggi intensitasnya menggunakan teknologi.

FKPT sebagai mitra strategi BNPT dalam melaksanakan tigas koordinasi pencegahan teroris di daerah. Diharpakan senantiasa menyesuaikan diri dengan visi FKPT yaitu Tumbuhnya Kesadaran Masyarakat Tentang Ancaman dan Bahaya Terorisme Dengan Berbasis Pada Nilai Kearifan Lokal Guna Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Damai.

Dan misi anatara lain, Membantu BNPT dan Pemerintah Daerah Dalam Mencegah Penyebaran Paham Radikal Terorisme, Melakukan Gerakan Penyadaran Atas Ancaman dan Bahaya Terorisme di Daerah Secara Berkelanjutan. Terukur dan Sesuai Dengan Kearifan Lokal, menumbuhkan Kearifan Lokal yang Menghargai Kergaman di Daerah.

“Terkait dengan kegiatan hari ini, diharapkan anak-anak, kita secara kreatif mampu menghasilakan video pendek denga durasi 5 menit yang kontennya berisi rasa keIndonesiaan denga mengacu oada empat consesus bangsa, yakni, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” ungkapnya.

Sehingga Tujuan mewujudkan masyarakat Maluku yang sadar dan paham terhadap ancaman dan bahaya terorisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mencegah berkembangnya paham radikal terorisme di daerah dapat terwujud dengan baik.*** RUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *